Aku Setan
zhaloe fals. Powered by Blogger.

ijib asrol

Ada kidung/nyanyian yang menjaga di malam hari.
Yang menjadikan kuat selamat bebas dari penyakit.
Terbebas dari segala pet...aka.
Jin dan setanpun tidak mau.
Segala jenis sihir tidak berani.
Apalagi perbuatan jahat.
guna-guna tersingkir.
Api dipadamkan oleh air.
Pencuripun menjauh dariku.
Segala bahaya akan lenyap.

Semua penyakit pulang ketempat asalnya.
Semua hama menyingkir
dengan pandangan kasih.
Semua senjata tidak mengena.
Bagaikan kapuk/kapas jatuh dibesi.
Segenap racun menjadi tawar.
Binatang buas menjadi jinak.
Pohon ajaib, tanah angker, lubang landak, gua orang,
tanah miring dan sarang merak.

Kandangnya semua badak.
Meski dunia dan laut mengering.
Pada akhirnya semua selamat.
Sebab badannya selamat
dikelilingi oleh bidadari,
yang dijaga oleh malaikat,
dan semua rasul dalam lindungan Tuhan.
Hatiku Adam dan otakku nabi Sis.
Ucapanku adalah nabi Musa.

Nafasku nabi Isa yang teramat mulia.
Nabi Yakup pendenganranku.
Nabi Daud menjadi suaraku.
Nabi Ibrahim sebagai nyawaku.
Nabi sulaiman menjadi kesaktianku.
Nabi Yusuf menjadi rupaku.
Nabi Idris menjadi rambutku.
Baginda Ali sebagai kulitku.
Abubakar darahku dan Umar dagingku.
Tulangku adalah Baginda Usman.

Sumsumku adalah Fatimah yang mulia.
Siti Aminah sebagai kekuatan badanku.
nabi Ayub ada didalam ususku nanti..
Nabi Nuh didalam jantungku.
Nabi Yunus didalam ototku.
Mataku ialah Nabi Muhamad.
Air mukaku rasul
dalam lindungan Adam dan Hawa.
Sudah lengkaplah semua rasul,
yang menjadi satu badan.

karya : kanjeng Sunan Kalijaga
Read more >>

KIDUNG Wahyu KoloSebo - Full HD

ONO KIDUNG RUMEKSO ING WENGI. TEGUH HAYU LUPUTO ING LORO. LUPUTO
BILAHI KABEH. JIM SETAN DATAN PURUN. PANELUHAN TAN ONO WANI. MIWAH
PENGGAWE OLO. GUNANING WONG LUPUT. GENI ATEMAHAN TIRTO. MALING ADOH TAN
ONO NGARAH ING MAMI. GUNO DUDUK PAN SIRNO.


“Ada kidung rumeksa ing wengi. Menyebabkan kuat selamat terbebas dari
semua penyakit. Terbebas dari segala petaka. Jin dan setan pun tidak
mau. Segala jenis sihir tidak berani. Apalagi perbuatan jahat. Guna-guna
dari orang tersingkir. Api menjadi air. Pencuri pun menjauh dariku.
Segala bahaya akan lenyap”


SAKEHING LORO PAN SAMYA BALI. SAKEHING HAMA PAN SAMI MIRUDA. WELAS
ASIH PANDULUNE. SAKEHING BROJO LUPUT. KADI KAPUK TIBANING WESI. SAKEHING
WISO TAWAR. SATO GALAK TUTUT. KAYU AENG LEMAH SANGAR. SONGING LANDHAK
GUWANING WONG LEMAH MIRING. MYANG PAKIPONING MERAK.


“Semua penyakit pulang ke tempat asalnya. Semua hama menyingkir
dengan pandangan kasih. Semua senjata tidak mengenai, bagaikan kapuk
jatuh di besi. Segenap racun menjadi tawar. Binatang buas menjadi jinak.
Pohon ajaib, tanah angker, lubang landak, gua orang, tanah miring dan
sarang merak.”


PAGUPAKANING WARAK SAKALIR. NADYAN ARCA MYANG SEGORO ASAT. TEMAHAN
RAHAYU KABEH. APAN SARIRO AYU. INGEDERAN KANG WIDADARI RINEKSO MALAEKAT
LAN SAGUNG PRO ROSUL. PINAYUNGAN ING HYANG SUKSMA. ATI ADAM UTEKKU
BAGINDA SIS. PANGUCAPKU YA MUSA. NAPASKU NABI ISA LINUWIH. NABI YAKUB
PAMIYARSANINGWONG. DAWUD SUWOROKU MANGKE NABI IBRAHIM NYOWOKU. NABI
SULAIMAN KASEKTEN MAMI. NABI YUSUF RUPENG WONG. IDRIS ING RAMBUTKU.
BAGINDA ALI KULITING WONG. ABU BAKAR GETIH DAGING UMAR SINGGIH. BALUNG
BAGINDA USMAN.


SUNGSUMINGSUN PATIMAH LINUWIH. SITI AMINAH BAYUNING ANGGA. AYUB ING
USUSKU MANGKE NABI NUH ING JEJANTUNG. NABI YUNUS ING OTOT MAMI. NETRAKU
YA MUHAMMAD. PAMULUKU ROSUL. PINAYUNGAN ADAM KAWA. SAMPUN PEPAK
SAKATHAHE PORO NABI. DADYA SARIRO TUNGGAL


“Kandangnya semua badak. Meski batu dan laut mengering. Pada akhirnya
semua selamat. Sebab, badannya selamat, dikelilingi oleh bidadari yang
dijaga oleh malaikat dan semua rasul dalam lindungan Tuhan. Hatiku Adam
dan otakku Nabi Sis. Ucapanku ialah Nabi Musa.


Nafasku Nabi Isa yang amat mulia. Nabi Yakub pendengaranku. Nanti
Nabi Daud menjadi suaraku. Nabi Ibrahim sebagai nyawaku. Nabi Sulaiman
menjadi kesaktianku. Nabi Yusuf menjadi rupaku. Nabi Idris pada
rambutku. Ali sebagai kulitku. Abu Bakar darahku. Umar dagingku.
Sedangkan Usman sebagai tulangku.


Sumsumku adalah Fatimah yang amat mulia. Siti Aminah sebagai kekuatan
badanku. Nanti Nabi Ayub ada di dalam ususku. Nabi Nuh di dalam
jantungku. Nabi Yunus di dalam ototku. Mataku ialah Nabi Muhammad. Air
mukaku rasul, dalam lindungan Adam dan Hawa. Maka, lengkaplah semua
rasul, yang menjadi satu badan.”


Cara mengamalkan sebagai berikut:

Puasa mutih selama 40 hari dan ngebleng semalam.

Do’a Kidung ini dibaca di halaman rumah/pelataran waktu tengah malam sebanyak 11x

Setelah puasa do’a kidung ini cukup dibaca satu kali


Kegunaannya insya Allah:

Untuk pengobatan dan perlindungan diri dari kejahatan orang seperti sihir, teluh, santet dan perlindungan penyakit.

Untuk penolak serangan hama pada sawah dan ladang.

Untuk menghindarkan diri dari serangan senjata tajam.


Demikian do’a kidung ini saya sampaikan, apabila ada kalimat
kata-kata dari kidung tersebut ada yang salah maupun kurang mohon
diralat. Sebelum dan sesudahnya apabila ada kata-kata yang tak berkenan
kepada para sesepuh pinisepuh saya mohon maaf lahir bathin.


Wasalam

By sudadi
Read more >>